Hindari Aktivitas Berenang Setelah Makan

Berenang merupakan salah satu olahraga air yang sangat menyehatkan badan. Beberapa penyakit bisa disembuhkan dengan rutin melakukan olahraga renang. Selain menyenangkan berenang juga dapat membantu menurunkan berat badan secara efektif. Rasa lapar mungkin akan menghampiri seseorang setelah melakukan aktivitas berat seperti berolahraga. Banyak masyarakat yang melakukan olahraga setelah siap mengkonsumsi sejumlah makanan.

 

Berenang setelah makan mempunyai resiko yang cukup berbahaya untuk kita. Beberapa ahli kesehatan menganjurkan agar memberikan jeda waktu selama 30 menit setelah makan untuk boleh melakukan kegiatan olahraga seperti berenang. Berenang setelah makan dapat menyebabkan kram pada otot kaki maupun tangan.

 

Hal tersebut terjadi karena setelah makan tubuh akan melakukan proses pencernaan sehingga aliran darah sebagian besar akan disalurkan ke sistem pencernaan sehingga ketika berenang otot akan mengalami kekurangan aliran darah sehingga dapat menyebabkan kram disejumlah anggota tubuh. Meskipun faktor sebenarnya yang menyebabkan kram pada seseorang adalah kelelahan namun mencegah terjadinya kram saat berenang adalah dengan menghindari makan saat ingin melakukan kegiatan berenang.

 

Makan berat dengan jumlah yang besar juga dapat menyebabkan rasa mual ketika berenang. Tubuh akan membutuhkan aliran darah yang banyak untuk melakukan pencernaan terhadap makan berat dalam kapasitas besar yang kita makan akibatnya ketika berenang aliran darah didalam pencernaan.

Oleh karena itu, jika ingin berenang seusai makan, alangkah baiknya menunggu sekitar 1 jam atau paling tidak setengah jam untuk menghindari terjadinya kram ketika melakukan olahraga renang.

Terapi Unik Holtikultura Baik Untuk Kesehatan

Hortikultura merupakan sebuah terapi dengan melakukan budidaya terhadap tanaman. Terapi ini sangat unik dan cukup digemari di kalangan pecinta tanaman. Mempercantik halaman dengan beraneka macam tanaman hias sekaligaus melakukan terapi kesehatan merupakan kegiatan positif yang sangat bermamfaat.

Terapi ini berawal dari sebuah anggapan bahwa berinteraksi dengan tanaman dapat memberikan rasa bahagia pada seseorang. Beberapa penelitian bahkan menemukan dengan berjalan melalui taman, hutan, atau daerah hijau lainnya dapat membuat seseorang mempunyai pikiran yang segar, menyeimbangkan tekanan darah, stabilitas detak jantung dan mengurangi tingkat hormon stres pada seseorang.

Terapi holtikultura berbeda dengan cara berkebun biasanya sebab cara berkebun dengan terapi holtikultura harus melibatkan pakar tanaman. Pasien Alzheimer yang melakukan terapi Holtikultura secara teratur akan mempunyai daya ingat yang lebih baik. Beberapa peserta yang diteliti bahkan mampu mengingat dengan jelas jenis jenis tanaman yang ada dikebun mereka setelah rutin melakukan Terapi Holtikultura tersebut.

Tanaman yang dipergunakan untuk berkebun sebenarnya merupakan objek terapi yang dapat memberikan sensasi relaksasi pada peserta terapi. Stimulus sensorik seperti aroma wangi, tektur, rasa hingga bunyi bunyian yang ada di sekitar area perkebunan akan memberikan raa tenang dan perasaan bahagia kepada para perserta terapi.

Paparan sinar matahari dan juga bakteri baik yang ada dalam tanah dapat meningkatkan daya tahan pada tubuh seseorang. Berbagai penyakit seperti alergi dan gatal gatal pada kulit akan menghilang ketika melakukan terapi ini. Terlihat sederhana namun berkebun sebenarnya merupakan terapi yang cukup bermamfaat bagi masyarakat khususnya para lansia.

Sulit Bersendawa ? Seperti Ini Cara Mengatasinya !

Bersendawa merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mengurangi perut kembung. Gas yang dibuang tersebut merupakan campuran dari gas oksigen dan juga nitrogen. Namun untuk beberapa kasus, banyak orang yang kesulitan untuk bersendawa.

Mengapa orang bisa sulit dalam bersendawa ? Sebenarnya itu dikarenakan katup tenggorokan kehilangan kemampuan untuk mengeluarkan udara didalam perut. Katup tersebut bernama sfingter esofagus. Katup ini akan terbuka ketika kita mengunyah sesuatu atau menelan sesuatu. Saat bersendawa, otot ini akan mengendur sehingga memungkinkan tubuh untuk mengeluarkan gas melalui mulut.

Terkadang otot ini tidak bekerja dengan baik. Jika kita tidak bisa bersendawa, biasanya perut akan terasa kembung. Terkadang rasa kembung ini membuat kita merasa tersiksa. Untuk mengurangi ketegangan otot tersebut, kalian bisa melakukan beberapa cara sederhana ini.

Kalian bisa minum minuman berkarbonasi atau bersoda. Gas yang ada pada minuman bersoda dapat membantu tubuh untuk mengeluarkan gas berlebih. Jika tidak suka soda, kalian bisa meminum segelas air putih sembari menahan nafas dan menutup lubang hidung.

Mengkonsumsi apel, pir, wortel, roti gandum serta mengunyah permen karet juga dapat membantu tubuh mengeluarkan gas berlebih. Bahan makanan tersebut mengandung gas yang dapat membantu untuk mengurangi kembung.

Jika perut kembung tidak kunjung sembuh dan mulai muncul rasa sakit pada bagian perut ataupun ada darah dan terjadi perubahan warna pada feses, kalian harus memeriksakan diri ke dokter. Biasanya jika sudah seperti itu berarti ada masalah dalam sistem pencernaan kalian.